Friday, March 8, 2013

Selamat hari wanita sedunia




Sejarah Hari Wanita Sedunia

Hari ini, 8 Mac adalah Hari Wanita Sedunia. Tahun ini, PBB menyematkan tema “A Promise is A Promise: Time for action to end violence against women” (Janji Adalah Janji: Waktunya Bertindak Untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Wanita). Sementara itu, Hari Perempuan Sedunia 2013 menyatakan tema tahun ini adalah “The Gender Agenda: Gaining Momentum”.

Hari Wanita Sedunia bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Dirayakan pada 8 Mac setiap tahunnya, peringatan hari ini sudah melintas abad. Idea pertama kali untuk memberikan hari istimewa kepada wanita ini muncul pada awal tahun 1900-an. Kala, industri dunia semakin menggurita, tumbuhnya berbagai ideologi radikal, dan semakin meledaknya penduduk planet ini.

Kegelisahan muncul terutama pada pekerja wanita yang menuntut keadilan sistem industri. Penindasan dan ketidaksetaraan yang diterima pekerja wanita, membulatkan tekad mereka untuk lebih aktif dalam berkempen, menyuarakan perubahan, dan meminta nasib yang lebih baik. Maka, pada 1908, terjadilah demonstrasi, kala sekitar 15000 pekerja wanita di Amerika Serikat berbaris dan menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang lebih adil, dan hak bersuara.

Seiring dengan perjalanan waktu, pergerakan terus berlangsung. Dari yang awalnya berupa pergerakan yang berkaitan dengan kaum sosialis, melebur menjadi hari penghargaan pada wanita di seluruh dunia. Apalagi kemudian ketika pada tahun 1977 Majelis Umum PBB mengundang negara-negara anggota untuk mengumumkan 8 Mac setiap tahunnya sebagai Hari PBB untuk hak wanita dan perdamaian dunia.

Tahun ini sendiri, Hari Wanita Sedunia mengungkapkan bahawa tema yang diangkat adalah ‘The Gender Agenda: Gaining Momentum’. Memang dari waktu ke waktu, penghargaan hak kepada wanita semakin berkembang. Namun, bukan bererti semangat untuk kesetaraan luntur begitu saja oleh zaman. Langkah tidak akan terhenti begitu saja. Perempuan di seluruh dunia, terutama mereka yang bekerja, harus tetap waspada dan gigih dalam memperjuangkan hak mereka.





5 comments: